Cliport-Audio.com
Jangan salah pilih speaker pelajari ini sebelum membeli!


Material Konus & Karakter Suara

Sama seperti orang menyanyi, meski lagunya sama tapi suara setiap penyanyi pasti berbeda. Setiap orang memiliki suara khas, begitu pun loudspeaker. Dan perbedaan ini banyak dipengaruhi oleh bahan konus (untuk midrange/midbass). Bila diukur dengan RTA atau alat ukur lain, respon frekuensinya boleh mirip, tapi speaker dengan material yang berbeda akan menghasilkan suara khas yang berbeda.

Bahan konus menghasilkan suara berbeda karena perbedaan dalam beberapa hal, termasuk rigiditas (kekakuan), bobot, dan damping. Contohnya, bobot berkaitan dengan sensitifitas, semakin enteng, semakin efisien speaker itu. Para ahli atau desainer speaker biasanya menilai konus berdasarkan efisiensi (loudness), respon frekuensi, dan kemampuan mereproduksi frekuensi rendah.
Sebenarnya, tidak ada material konus yang sempurna. Masing-masing memiliki karakter khas, tinggal mencocokkan dengan selera dan prioritas. Setiap pabrik/produsen speaker biasanya memiliki bahan konus favorit atau andalan. Misalnya Seas dengan magnesium cone, atau Jordan dengan Aluminium, serta Audax dengan Aerogel (sebenarnya sejenis paper cone). Dan brand-brand besar seperti Scan Speak terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk menyempurnakan material yang sudah ada, atau mencari alternatif baru. Makanya, saat ini ada puluhan jenis material konus.
Ada beberapa material dasar yang umum digunakan, masing-masing dengan kelebihan dan kelemahan tersendiri. Saat memilih speaker, material ini biasanya tercantum dalam kemasan, buku petunjuk atau spesifikasi loudspeakernya. Berikut beberapa jenis bahan utama :

Paper (Kertas)
Smooth, warm, khususnya untuk suara vokal. Salah satu pilihan favorit di kalangan audiophile. Ringan dan cukup kaku, serta mudah dibentuk sesuai kebutuhan produksi. Pun banyak ragam kertas dan bahan dasar yang tersedia. Meski tergolong lawas, namun teknologinya terus dikembangkan oleh produsen speaker ternama dunia. Sebut saja Scans-Speak, Vifa, dan Peerless, rata-rata menggunakan varian paper cone yang telah ditreatment dan diolah khusus.
Kertas memiliki karakter suara yang dapat diterima oleh berbagai kalangan, dari umum penggemar musik sampai audiophile. Kertas juga material yang rada ajaib, dimana hasil pengukuran dan suara bisa bertolak belakang. Kekuatannya adalah kemampuan selfdamping yang baik, yang menghasilkan resolusi dan detail yang menakjubkan. Grafik respon frekuensinya juga cenderung flat, lantaran minim peak dan dip akibat cone breakup. Biasanya paling efektif pada driver full range atau dengan crossover berslope kecil.
Agar dapat digunakan di mobil, konus kertas harus ditreatment khusus. Bila tidak, maka suhu dan kondisi alam dapat mengubah bobot konus dan parameternya, sehingga mempengaruhi karakter suaranya.

Polypropylene (PP)
Umumnya menghasilkan suara dan panggung yang lebih rapih, dengan tone yang tegas atau jelas, dan definisi midbass yang lebih kuat dibanding kertas. PP juga cenderung menghasilkan frekuensi high yang lebih baik, minim peak atau resonansi. Juga menjadi bahan
favorit di kalangan produsen lantaran sifatnya yang relatif rigid, dan memiliki kemampuan damping yang cukup baik.
Tampilan asli PP berwarna putih atau rada transparan. Namun oleh produsen biasanya direinforce lagi dengan mica, talc, carbon black, akrilik, fiberglass, Kevlar dan bahan lain. Makanya wujudnya bisa bermacam-macam.

Kevlar
Ringan dan sangat kaku, menghasilkan suara yang jelas dan terkesan bersih, namun rada kering. Itu lantaran kemampuan damping atau meredam resonansi yang kurang baik, terutama pada frekuensi tinggi. Soal karakter, kevlar mirip dengan metal cone, namun dengan kemampuan damping (meredam) resonansi frekuensi tinggi yang lebih baik.
Beberapa produsen menggunakan bahan baju antipeluru ini pada lini paling mahal mereka. Adalah Focal dan Eton yang mulai mempopulerkan penggunaan kevlar pada pertengahan 1980-an. Namun, Eton menambah lapisan bahan Nomex (digunakan pada baju anti-api) untuk membantu damping-nya. Kini, Scan-Speak dan Audax juga menggunakan kevlar, namun seperti Eton, mereka menggunakan struktur sandwich dengan kombinasi bahan lain.
Dalam hal ini, peranan desainer speaker sangat besar. Dengan rancangan crossover yang tepat, kevlar akan menghasilkan suara dengan respon yang sangat baik. Bila suka dengan karakter suara gesit dan tegas, terutama pada frekuensi tinggi, Anda dapat mempertimbangkan speaker berbahan kevlar.

Aluminium
Belakangan ini kerap digunakan oleh produsen speaker. Dengan rigiditas yang sangat baik, dan bobot enteng, konus aluminium menghasilkan distorsi paling kecil yang minim coloration (berlaku juga untuk metal cone yang lain, semisal magnesium). Akan tetapi, itu hanya pada rentang frekuensi tertentu. Soalnya, metal cone juga memiliki kelemahanmendasar,yakniresonansiakibat cone break-up, terutama pada frekuensi tinggi. Untuk speaker dengan konus berdiamater 6,5 inci, resonansi biasanya terdengar pada 5 kHz (bisa sampai 12dB!).
Dengan karakter seperti itu, aluminium atau metal cone sebaiknya digunakan pada frekuensi rendah (makanya subwoofer banyak yang menggunakan konus aluminium), atau dengan desain crossover yang spesifik, biasanya memakai slope sangat curam dan beberapa notch filter untuk menjinakkan peak.
Lain lagi untuk speaker fullrange yang berukuran kecil, semisal Jordan. Dengan ukuran kecil, maka resonansinya akan bergeser jauh ke rentang yang sudah terlalu tinggi, jadi kurang terdengar oleh kuping.

Carbon Fiber
Penggunaan dan karakternya hampir sama dengan kevlar, namun proses produksinya tidak gampang. Alhasil, tak semua pabrikan mampu menghasilkan speaker Carbon Fiber yang baik.
Versi tercanggih dapat dilihat pada produk TAD buatan Jepang. Meski mahal, namun banyak yang menyebut kualitasnya sulit ditandingi. Namun kini, dengan harga bahan baku yang lebih murah, Vifa dan Audax pun membuatnya. Meski begitu, Jepang tetap menjadi pionir dengan menawarkan teknologi terbaik.

Kelebihan speaker dengan konus carbon fiber adalah respon frekuensi yang sangat tepat dan presisi. Bas dan midbas solid dan kuat, namun juga diikuti dengan resonansi cone break-up yang cukup tinggi. Lagi-lagi desain crossover sangat penting untuk menjinakkan peak. Bila desainnya tepat, maka speaker dengan carbon akan menghasilkan suara yang sangat detail dengan tonal yang tepat.

Cliport Audio
Jl. Terusan Pasir Koja 238 Bandung
Tuesday - Sunday
10 - 18
#cliportaudio #presentyourmusic #yourmeaningfuldrive
Connect WIth Us
Cliport Audio Copyright 2010. All rights reserved.